Jangan Panik, Ini Tips Agar Cepat Sembuh Dari Covid

Apabila Anda atau keluarga Anda terindikasi terjangkit Corona, jangan panik dan jangan khawatir. Pasalnya dengan penanganan yang tepat Anda bisa sembuh dari virus Corona ini bahkan kurang dari 1 bulan. Berikut ini ada beberapa tips agar cepat sembuh dari Covid. Namun yang terpenting adalah, cari informasi berharga sebanyak-banyaknya dari sumber terpercaya.

Baca Juga:  Begini Cara Daftar Vaksin Covid Online, Simak Urutannya
tips agar cepat sembuh dari covid

Perawatan di rumah secara mandiri

Kebanyakan orang yang terjangkit COVID-19 hanya akan mengalami gejala penyakit ringan dan bisa sembuh di rumah. Gejala mungkin berlangsung beberapa hari, dan orang yang memiliki gejala tertular virus mungkin merasa lebih baik dalam waktu sekitar seminggu. Perawatan ditujukan untuk menghilangkan gejala dan termasuk istirahat, asupan cairan dan penghilang rasa sakit.

Namun, orang dewasa yang lebih tua dan orang-orang dari segala usia dengan kondisi medis yang ada seperti penyakit bawaan harus menghubungi dokter mereka segera setelah gejala terdeteksi atau mulai.  Faktor-faktor ini menempatkan orang pada risiko yang lebih besar untuk menjadi sakit parah dengan COVID-19.

Ikuti rekomendasi dokter tentang perawatan dan isolasi rumah untuk diri sendiri atau orang yang Anda cintai. Bicaralah dengan dokter jika Anda memiliki pertanyaan tentang perawatan. Bantu orang yang sakit mendapatkan bahan makanan dan obat-obatan apa pun dan, jika perlu, rawat hewan peliharaannya.

Penting juga untuk mempertimbangkan bagaimana merawat orang sakit dapat mempengaruhi kesehatan Anda. Jika Anda lebih tua atau memiliki kondisi medis yang sudah ada, seperti penyakit jantung atau paru-paru atau diabetes, Anda mungkin berisiko lebih tinggi terkena penyakit serius dengan COVID-19.

Dengan pertimbangan diatas, Anda mungkin bisa mempertimbangkan untuk mengisolasi diri Anda sendiri secara mandiri.

Apa Yang Dilakukan Selama Isolasi Mandiri

1. Perhatikan Apa Yang Anda Konsumsi

Apa yang Anda makan itu sangat berpengaruh pada penyembuhan Anda. Jadi pilih makanan yang tepat agar cepat pulih dari COVID-19. Tujuannya adalah untuk memilih makanan yang tergolong sebagai anti-inflamasi.

Pengobatan rumah alami seperti kunyit dan lada hitam yang bila mengkonsumsi bersama untuk meningkatkan penyerapan, kayu manis untuk menurunkan gula darah, dan bawang putih yang dikenal sebagai anti-virus harus menjadi bagian dari daftar bahan makanan Anda. Jangan lewatkan kekuatan anti-inflamasi dari pare, jahe, kemangi, kalonji, jahe, dan banyak lagi.

2. Perhatikan Kesehatan Usus

70 persen dari sistem kekebalan tubuh kita ada di usus kita. Hal ini membuat menjaga kesehatan usus itu penting dalam pemulihan. Usus adalah rumah bagi bakteri baik dan jahat, dan apa yang kita makan menentukan mana yang akan mendominasi usus. Bakteri baik memperkuat kekebalan dengan membantu memerangi patogen seperti COVID-19.  

Selain itu, mereka juga melepaskan racun untuk melawan efek patogen dan mengirim sinyal ke seluruh sistem kekebalan tubuh, untuk memobilisasi respons yang tepat. Usus yang sehat juga merupakan tempat 90 persen serotonin, neurotransmitter, diproduksi.  Hal ini dapat mengurangi depresi selama Anda menjalani isolasi mandiri.

Bagaimana cara Anda bisa menjaga usus Anda tetap sehat?  Makan prebiotik, probiotik, lemak baik, dan buah-buahan dan sayuran berwarna warni dan jangan lupa menghindari gula sebanyak yang Anda bisa, setiap harinya!

3. Tidur

Jangan biarkan kurang tidur menunda respon imun tubuh dan pemulihan COVID. Tidur memainkan peran penting dalam respon imun.  Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur tidak hanya kurang mampu melawan dan melawan infeksi setelah terkena virus, tetapi juga membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih darinya.

Kurang tidur menyebabkan tubuh memproduksi lebih sedikit protein yang dibutuhkan untuk melawan infeksi dan mengurangi aktivitas sel pembunuh alami dalam tubuh.  Sel tersebut adalah garis pertahanan pertama sistem kekebalan terhadap patogen, dan kurang tidur mempengaruhi fungsinya. Kurang tidur juga mempengaruhi usus dengan mengurangi jumlah bakteri baik.

Atur siklus tidur Anda dengan benar untuk memastikan Anda tidak melewatkan setiap sudut saat harus beristirahat. Dapatkan sinar matahari pagi dan olahraga dan coba ikuti rutinitas waktu tidur.  Singkirkan semua gadget satu jam sebelum tidur, mandi air hangat, dan jaga suhu tetap nyaman.  Suplemen magnesium dan melatonin satu jam sebelum tidur juga dapat membantu.

4. Olahraga

Mungkin ini memang tidak direkomendasikan saat Anda melakukan isolasi mandiri, namun bisa Anda lanjutkan setelah pulih dari COVID-19. Namun sebelumnya, cek diri Anda apakah Anda siap untuk kembali berolahraga? Tes berjalan selama enam menit bisa memberi informasi ini. Tes ini dapat memberi tahu pasien COVID yang pulih apakah dia siap berolahraga dengan membuka kedok hipoksia (kekurangan oksigen) dan memeriksa kapasitas paru-paru.

Namun, olahraga ini direkomendasikan untuk orang di bawah usia 60 tahun saja, yang sepenuhnya sudah bisa beraktifitas dengan baik, tidak sesak napas, istirahat dan tanpa penyakit bawaan. Bagaimana? Berjalan enam menit dan gunakan oksimeter nadi untuk memeriksa saturasi oksigen sebelum dan sesudah berjalan. 

Apabila saturasi turun lebih dari 3 persen setelah berjalan, segera hubungi dokter Anda.  Ini adalah penurunan tingkat oksigen yang signifikan dan berarti Anda mengalami desaturasi. Tes ini juga membantu memeriksa kapasitas paru-paru.  Jika seorang pasien mampu berjalan 500 meter tanpa henti dalam enam menit, tanpa mengalami sesak napas atau kelelahan, kemungkinan ia telah pulih.

Namun, bila Anda tidak mampu berjalan lebih dari 200 meter menandakan pasien belum siap untuk berolahraga dan harus segera menghubungi dokter.

5. Manajemen stres

Meditasi dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh, serta membantu Anda merasa jauh lebih baik di tengah stres akibat COVID. Stres menempatkan sistem saraf simpatik di overdrive. Ini adalah keadaan melawan atau lari tubuh, dan respons fisiknya sama untuk semua orang: jantung memompa lebih cepat, pernapasan lebih cepat, gula darah naik, sistem kekebalan terganggu, dan suplai darah ke sistem pencernaan berkurang.

Meditasi dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh. Ini membantu mengurangi detak jantung, tekanan darah, hormon stress kortisol dan adrenalin, dan peradangan. Ini juga melepaskan neurotransmitter perasaan-baik (serotonin dan dopamin) dan meningkatkan relaksasi dan tidur – semua ini meningkatkan kekebalan. Ini tips agar cepat sembuh dari Covid yang paling mendasar.

6. Penyembuhan yang ditingkatkan dengan suplemen

Konsumsi suplemen Vitamin D atau dapatkan dosis harian sinar matahari untuk melawan COVID-19. Penting untuk berfungsinya sistem kekebalan tubuh, Vitamin D adalah hormon steroid yang dibuat ketika radiasi UV dari matahari mengenai kulit. Antioksidan, anti-inflamasi dan modulator kekebalan, membantu tubuh memerangi COVID-19. 

Kegiatan ini akan mengaktifkan sel-T dan makrofag yang penting dalam perang melawan patogen.  Kekurangan vitamin juga berkaitan dengan penurunan fungsi paru-paru dan dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi pernapasan, komplikasi umum dari COVID-19.

Tanda-tanda Anda Harus Segera Dibawa Ke Rumah Sakit

Ada kondisi dimana Anda tidak bisa melakukan isolasi mandiri Anda. Oleh karena itu, pantau diri Anda atau orang yang Anda cintai dengan hati-hati untuk kondisi yang semakin memburuk. Jika gejala tampak semakin parah, hubungi dokter. Dokter mungkin merekomendasikan penggunaan oksimeter denyut di rumah, terutama jika orang yang sakit memiliki faktor risiko penyakit parah.

Sebuah oksimeter pulsa akan sangat bermanfaat untuk dimiliki saat ini. Perangkat ini dapat membantu memeriksa pernapasan dengan mengukur berapa banyak oksigen dalam darah. Pembacaan kurang dari 92% dapat berarti Anda membutuhkan rawat inap. Pastikan Anda memahami cara menggunakan Oksimeter dengan benar sebelum melakukan tindakan lanjutan.

Jika Anda atau orang terdekat Anda dengan gejala COVID-19 mengalami tanda-tanda peringatan darurat, maka perhatian medis diperlukan segera. Berikut tanda yang mungkin muncul:

  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri atau tekanan dada yang persisten
  • Kebingungan
  • Bibir atau wajah kebiruan
  • Ketidakmampuan untuk tetap terjaga
  • Kulit, bibir atau kuku yang pucat, abu-abu atau biru — tergantung pada warna kulit

Itulah beberapa tips agar cepat sembuh dari covid. Tetap cari informasi dari ahli dan segera kunjungi lokasi penanganan medis yang tepat bila keadaan semakin memburuk terutama bila Anda merasakan apa yang ada dalam daftar peringatan darurat diatas. Semoga informasi ini bermanfaat. 

Leave a Comment