Begini Cara Cek Sertifikat Vaksin Covid 19 Setelah Vaksinasi

Penyakit COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Corona. Setelah setahun lebih menyerang Indonesia dan juga berbagai negara, kini vaksinasi mulai dilakukan sebagai upaya pencegahan dan juga perlawanan untuk penyebaran virus ini. Untuk yang sudah melakukan vaksinasi, pemerintah menyediakan sertifikat khusus. Berikut cara cek sertifikat vaksin Covid 19.

Baca Juga:  Begini Tips Cara Isolasi Mandiri di Rumah dengan Keluarga yang Aman
cara cek sertifikat vaksin covid 19

Jenis Vaksinasi

Sebelum memulai vaksinasi Anda atau melakukan cara cek sertifikat vaksin COvid 19, berikut ini ada sedikit informasi mengenai 6 jenis vaksin yang diijinkan untuk digunakan saat ini. Beberapa diantara ke 7 vaksin tersebut adalah termasuk yang digunakan oleh pemerintah Indonesia untuk program vaksinasinya.

1. Pfizer-BioNTech

Pfizer-BioNTech adalah vaksin pertama di dunia yang dapat digunakan untuk masyarakat umum. Vaksin ini merupakan hasil kerjasama antara perusahaan bioteknologi Jerman, BioNTech, dan perusahaan farmasi Amerika, Pfizer. Pfizer-BioNTech adalah vaksin jenis messenger RNA (mRNA) atau vaksin asam nukleat. 

Vaksin ini menggunakan materi genetik (dalam kasus Covid-19 adalah protein lonjakan dari Covid-19, yang digunakan untuk memberikan instruksi kepada sel-sel tubuh kita untuk membentuk antibodi. Vaksin Pfizer-BioNTech memiliki efikasi sekitar 95% dan telah mendapatkan Emergency Use Authorized (EUA) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Distribusi dan penggunaan vaksin ini pertama kali dilakukan di Inggris, kemudian disusul oleh negara lain seperti Australia, Amerika Serikat, Israel, Arab Saudi, dan beberapa negara di Asia seperti Korea Selatan, Filipina, Singapura, dan Malaysia.

2. Moderna

Vaksin berikutnya yang ditemukan untuk melawan Covid-19 adalah vaksin Moderna. Vaksin ini diproduksi oleh perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat, Moderna. Mirip dengan vaksin Pfizer-BioNTech, vaksin ini adalah jenis messenger RNA (mRNA) yang menggunakan materi genetik untuk merangsang sel kita membentuk antibodi.

Efikasi vaksin Moderna mencapai angka sekitar 95% dan telah mendapat Emergency Use Authorized (EUA) dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat.  Distribusi dan penggunaan vaksin ini sebagian besar dilakukan di negara asalnya, Amerika Serikat.  Negara lain yang menggunakan vaksin ini adalah Inggris, Israel dan Singapura.

3. AstraZeneca

Vaksin AstraZeneca atau Oxford-AstraZeneca adalah vaksin produksi oleh perusahaan biofarmasi Inggris dan Universitas Oxford. Vaksin ini adalah jenis vaksin vektor virus yang memanfaatkan Adenovirus simpanse yang dilemahkan hingga tidak berbahaya, untuk mengirimkan protein lonjakan dari Covid-19 ke dalam sel kita dan memicunya untuk membangun antibodi.

Efikasi vaksin AstraZeneca sekitar 70% secara keseluruhan. Vaksin ini didistribusikan dan digunakan di berbagai negara di dunia. Kebanyakan dari mereka berada di Eropa dan Afrika.  Vaksin ini juga digunakan di Asia seperti Vietnam, India, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Korea Selatan.

4. Janssen

Perusahaan farmasi ternama, Johnson & Johnson dari Amerika Serikat, turut andil dalam pembuatan vaksin Covid-19 melalui Janssen Vaccines yang berkantor pusat di Belanda. Perbedaan yang mencolok dari vaksin ini adalah dosis penggunaannya yang hanya satu dosis saja. Berbeda dengan ketiga vaksin sebelumnya yang membutuhkan dua dosis dengan rentang waktu sekitar 28 hari.

Mirip dengan vaksin AstraZeneca, vaksin Janssen adalah jenis vaksin vektor virus yang menggunakan Adenovirus tidak aktif untuk mengirimkan protein lonjakan dari Covid-19 ke dalam sel tubuh kita yang kemudian akan memicu pembentukan antibodi. Dalam uji klinis yang dilakukan oleh J&J, vaksin Janssen memiliki efikasi sebesar 66%.

Sedangkan untuk uji coba yang dilakukan di Amerika Serikat, efikasinya mencapai angka lebih tinggi, mencapai 77% hingga 100% untuk menghindari gejala Covid-19. Vaksin Janssen didistribusikan dan digunakan di Amerika Serikat.

5. Sputnik V

Sputnik V atau Gam-COVID-Vac adalah vaksin berasal dari Rusia yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology. Vaksin ini merupakan jenis vektor virus yang menggunakan Adenovirus yang tidak aktif untuk mengantarkan protein lonjakan dari Covid-19 ke dalam sel tubuh kita, sehingga dapat memicu pembentukan antibodi dengan 2 dosis.

Efikasi vaksin Sputnik V dilaporkan sekitar 96,1% dan mendapat izin dari pemerintah Rusia untuk didistribusikan dan digunakan di Rusia dan beberapa negara lain seperti Belarusia, Serbia, Argentina, Palestina, Arab Saudi, Iran, Tunisia, dan Armenia termasuk ke negara-negara Asia seperti Filipina dan Vietnam setelah mendapatkan ijin resmi.

6. Sinovac

Sinovac atau CoronaVac adalah vaksin yang diproduksi oleh perusahaan biofarmasi Cina, Sinovac BioTech. Vaksini ini merupakan jenis vaksin whole virus yang menggunakan virus SARS-CoV-2 yang tidak aktif. Virus yang dinonaktifkan tidak lagi dapat menginfeksi tubuh, tetapi dapat memicu pembentukan kekebalan dalam tubuh kita.

Vaksin Sinovac memiliki berbagai tingkat efikasi dari beberapa negara yang telah melakukan uji cobanya.  Di Brazil, vaksin Sinovac memiliki khasiat sekitar 50,65%. Di Turki, efikasi vaksin Sinovac sekitar 91,25%. Sedangkan di Indonesia, efikasi vaksin Sinovac sekitar 65,3%. Vaksin Sinovac mulai digunakan untuk program vaksinasi di Indonesia atas ijin BPOM. 

Selain Indonesia, negara lain yang telah memesan vaksin Sinovac adalah Brasil, Chili, Turki, Singapura, Filipina, dan Malaysia.

7. Novavax

Novavax adalah vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi, bernama Novavax.  Vaksin ini merupakan jenis vaksin berbasis protein, mengandung protein lonjakan khusus Covid-19 yang dibuat menggunakan teknologi perusahaan sendiri, sehingga dapat merangsang pembentukan antibodi dalam tubuh kita.

Efikasi vaksin Novavax mencapai 89,3% pada uji coba ketiga di Inggris.  Hanya saja saat ini Novavax masih menunggu Emergency Use Authorized (EUA) dari United State Food and Drug Administration (FDA), sembari mempersiapkan produksi untuk didistribusikan ke berbagai negara termasuk Indonesia.

8. CanSino

CanSino adalah vaksin yang diproduksi oleh kolaborasi antara perusahaan vaksin China, CanSino Biologics, dan ilmuwan militer China. Vaksin CanSino, atau yang memiliki nama dagang Convidecia, yang juga hanya memerlukan satu dosis penggunaan. Vaksin ini menggunakan Adenovirus yang tidak aktif untuk mengirimkan protein lonjakan dari Covid-19 ke sel kita, yang kemudian memicu pembentukan antibodi.

Efikasi vaksin CanSino brada di angka  65,7% untuk mencegah gejala Covid-19, serta 90,98% dalam mencegah penyakit serius akibat Covid-19.  Meskipun baru dibuat, vaksin CanSino telah menerima Emergency Use Authorized (EUA) dari Hungaria dan Meksiko. Saat ini vaksin CanSino sedang direncanakan untuk didistribusikan ke Meksiko, Malaysia dan Pakistan.

Cara Cek Sertifikat Vaksin Covid 19

Setelah mengetahui beberapa jenis vaksin yang ada dan juga termasuk yang digunakan di Indonesia, berikut cara cek sertifikat vaksin COvid 19 yang bisa Anda lakukan dengan berbagai cara. Anda bisa memilih cara mana yang paling mudah untuk dilakukan.

1. Melalui SMS

Ini adalah langkah yang paling mudah. Karena setelah Anda melakukan vaksinasi Anda akan mendapatkan SMS yang mana SMS tersebut berisikan link untuk mengunduh sertifikat vaksinasi. Anda hanya perlu mengunduh sertifikat tersebut dan simpan dalam smartphone Anda.

2. Melalui Website PeduliLindungi

Langkah kedua cara cek sertifikat vaksin Covid 19 adalah dengan mengunjungi situs PeduliLindungi. Anda bisa menggunakan smarpthone atau Laptop untuk mengunjunginya.

  1. Pertama, buka website PeduliLindungi atau https://pedulilindungi.id/
  2. Kemudian klik menu Login/Register yang terletak di sudut kanan atas
  3. Bila sudah punya akun, kamu bisa login namun jika belum Anda harus membuat akun terlebih dahulu.
  4. Untuk login, masukkan nama lengkap beserta nomor ponsel yang didaftarkan saat pendaftaran vaksinasi COVID-19
  5. Anda akan menerima sms berupa 6 digit kode OTP yang dikirim oleh PEDULICOVID melalui SMS, kemudian masukkan kode tersebut.
  6. Selanjutnya, buka akun Anda dengan klik ‘Nama Akun’ di sudut kanan atas situs atau untuk pengguna smartphone klik ikon 3-strip kemudian pilih ‘Nama Akun’
  7. Klik menu ‘Sertifikat Vaksin’ kemudian klik  ‘Nama’ yang muncul di ‘Sertifikat Vaksin’
  8. Untuk membuka dan mengunduh sertifikat Vaksin COvid 19 tersebut, masukkan NIK Anda dengan tepat.

3. Aplikasi PeduliLindungi

Cara cek sertifikat vaksin Covid 19 selanjutnya adalah menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Berikut langkahnya.

  1. Pertama, unduh aplikasi PeduliLindungi di Play Store untuk pengguna Android atau App Store untuk pengguna iOS.
  2. Akan muncul formulir identitas diri berupa nama lengkap dan nomor ponsel, isi formulirnya dengan data yang tepat. Kemudian Anda akan menerima SMS berupa OTP.
  3. Masukkan kode OTP untuk verifikasi data kemudian Anda akan diarahkan ke kolom Beranda
  4. Apabila data belum lengkap, Anda akan diminta untuk melengkapi identitas diri seperti alamat NIK dan alamat email di kolom profil
  5. Selanjutnya, cek feature sertifikat vaksin kemudian akan tampil thumbnail sertifikat vaksin dosis pertama dan dosis kedua
  6. Klik thumbnail untuk mengunduh sertifikat vaksin COVID-19 baik yang dosis pertama atau kedua
  7. Cek unduhan di Gallery atau di folder unduhan
  8. Selesai

Mudah bukan cara cek sertifikat vaksin Covid 19. Anda bisa memilih mana cara yang paling mudah dan juga cara yang paling cepat. Setelah itu, Anda bisa menyimpan atau mencetak sertifikatnya. Sertifikat ini mungkin akan dibutuhkan saat perjalanan jarak jauh menggunakan transportasi umum. Selamat mencoba.

Leave a Comment