Jangan Sepelekan, Ini Tanda Gejala Covid Varian Delta

Semenjak Covid-19 pertama kali menginfeksi manusia, peneliti sudah bersiap akan adanya mutasi virus. Salah satu varian terbaru dari virus Covid 19 ini adalah varian Delta. Varian ini juga disebut-sebut sudah masuk ke Indonesia dan sudah ditemukan beberapa kasusnya. Apakah ada perbedaan tanda gejala covid varian Delta dengan varian sebelumnya? Berikut beberapa informasi mengenai varian Covid serta informasi penting lainnya.

tanda gejala covid varian delta

Mutasi Virus

Setiap kali SARS-CoV-2 atau virus yang menyebabkan COVID-19 menginfeksi seseorang, virus tersebut melakukan perubahan kecil dalam kode genetiknya saat membuat salinan dirinya sendiri. Seperti semua virus lainnya, virus akan menggunakan jenis materi genetik yang disebut RNA, yang rentan terhadap kesalahan, atau mutasi, saat virus bereplikasi di dalam sel seseorang.

Sebagian besar mutasi ini memang tidak mengarah pada perubahan apapun atau bisa dibilang menemui jalan buntu pada evolusi. Mutasi yang tidak membahayakan memang tidak akan menjadi masalah karena tidak mengubah perilaku virus seperti tidak meningkatkan tingkat penularannya. Akan tetapi, mutasi virus juga bila muncul dengan perubahan tertentu dan menyebar ke orang lain. Mutasi virus inilah yang disebut sebagai varian virus baru.  

Hingga saat ini, ilmuwan dan peneliti telah mengetahui ribuan garis keturunan COVID-19 yang sedikit berbeda dan juga berbeda secara genetik yang tersebar di seluruh dunia. Namun, bisa saja varian tersebut kemudian masuk ke negara tertentu bersama dengan varian yang mungkin sudah ada.

Varian Covid 19

Setidaknya ada 10 varian Virus Corona yang telah dikenali oleh peneliti dan ilmuwan. Varian ini ditemukan dari negara asal dimana virus tersebut bermutasi termasuk juga adanya mutasi ganda di suatu negara. Jenis varian virus corona tersebut diberi nama dengan abjad Yunani untuk mempermudah pengenalannya. Berikut penjelasan singkatnya.

1. Varian Alpha

Varian Alpha merupakan varian virus corona Inggris B.1.1.7. Virus ini sendiri pertama kali dikenali di Inggris pada Desember 2020. Mutasi dari virus corona ini menunjukkan potensi peningkatan penularan. Beberapa gejala yang dialami apabila tertular varian virus corona Alpha ini adalah sebagai berikut:

  • Demam dan batuk
  • Kesulitan bernafas
  • Menurunnya kemampuan indera pengecap dan penciuman
  • Muncul gangguan pada saluran pencernaan

2. Varian Beta

Varian Beta merupakan jenis virus corona varian B.1.351 yang pertama kali ditemukan pada Oktober 2020 di Teluk Nelson Mandela, Afrika Selatan. Hasil mutasi varian virus corona B.1351 mampu mempengaruhi netralisasi beberapa antibody, namun belum dibuktikan jika varian ini mampu meningkatkan risiko keparahan penyakit atau tidak.

Ada dugaan juga bila varian ini dapat menurunkan efikasi vaksin Covid-19 meski tidak diketahui jenis vaksin apa. Varian virus corona Beta ini juga mampu menular lebih cepat juga meningkatkan tingkat kematian.

3. Varian Gamma

Varian Gamma juga disebut sebagai P.1. Varian ini adalah varian virus corona yang ditemukan di Brasil. Varian Gamma ini juga serupa dengan varian B.1.352 yang lolos dari netralisasi ketika diinkubasi dengan antibodi yang dihasilkan sebagai respon pada gelombang pertama pandemi.

4. Varian Delta

COVID-19 mempengaruhi orang yang berbeda dengan cara yang berbeda. Mereka yang terinfeksi akan mengalami gejala penyakit mulai dari yang ringan sampai sedang dan sembuh tanpa rawat inap.

Untuk tanda gejala Covid varian Delta yang paling umum dirasakan adalah sebagai berikut:

  • demam
  • batuk kering
  • kelelahan

Sedangkan ada pula tanda gejala Covid varian Delta yang lebih jarang dirasakan seperti:

  • sakit dan nyeri
  • sakit tenggorokan
  • diare
  • konjungtivitis
  • sakit kepala
  • kehilangan rasa atau bau
  • ruam pada kulit, atau perubahan warna pada jari tangan atau kaki

Diantara tanda gejala Covid varian Delta ringan dan sedang, ada pula laporan mengenai gejala serius yang dirasakan. Berikut gejala berat yang dirasakan.

  • kesulitan bernapas atau sesak napas
  • nyeri dada atau tekanan
  • kehilangan kemampuan untuk berbicara atau kesulitan bergerak

Apabila Anda merasakan salah satu dari gejala berat tersebut, sangat disarankan untuk segera mencari pertolongan medis. Selalu hubungi terlebih dahulu pihak medis atau fasilitas kesehatan yang akan Anda tuju. Sedangkan bila Anda hanya mengalami gejala ringan Anda bisa melakukan isolasi mandiri hingga kemudian dinyatakan sehat. Rata-rata gejala tersebut akan muncul 5-6 hari sejak seseorang terinfeksi virus, namun bisa memakan waktu hingga 14 hari.

5. Varian Epsilon atau Varian Amerika Serikat

Varian Epsilon ini disebut sebagai varian Amerika Serikat karena jenis ini berasal dari California. Varian Epsilon ini diperkirakan menginfeksi 52 persen kasus Covid di California, 41 persen di Nevada, dan 25 persen di Arizona.

Dikatakan bahwa varian virus corona Epsilon ini mengarah pada peningkatan tingkat penularan dan gejala penyakit yang lebih parah.

6. Varian Zeta

Varian Zeta atau varian P2 sebenarnya adalah varian virus corona lain yang terdeteksi lebih dulu di Brazil sebelum varian P1. Peneliti mengungkapkan bila varian Zeta telah terdeteksi lebih dulu di Inggris dan dilaporkan menyebar di Rio de Janeiro. Hanya saja dijelaskan oleh Belfasttelegraph, Varian Zeta tidak mengalami mutasi penting lain sebagaimana yang dibawa varian P1.

7. Varian Eta

Varian Eta dikenal juga sebagai virus corona varian B.1525 yang diidentifikasi pertama kali di Inggris. Ilmuwan terus mengawasi varian virus corona Eta ini karena memiliki beberapa mutasi pada gen protein lonjakan termasuk adanya E484 K. Namun, sejauh belum ada bukti jika virus corona Eta merupakan varian yang lebih menular atau mengarah ke penyakit yang lebih parah.

8. Varian Theta

Varian Theta merupakan varian virus Corona yang dideteksi di Filipina pada 13 Maret 2021. Varian virus corona Theta belum terbukti lebih berdampak pada kesehatan masyarakat namun masih ada kemungkinan bila virus varian ini lebih menular dibandingkan versi awal SARS-CoV-2. Peneliti masih meneliti lebih lanjut mengenai varian ini.

9. Varian Iota

Varian Iota merupakan salah satu varian Amerika Serikat yang disebut sebagai varian virus corona B.1526. Varian ini ditemukan pada sampel yang dikumpulkan di New York pada Bulan November 2020 lalu. Belum ada informasi apakah varian Iota ini lebih menular atau tidak. Virus corona Iota ini juga belum tersebar luas, namun penyebarannya cukup efisien di wilayah metropolitan New York dan sekitarnya.

10. Varian Kappa

Varian Kappa atau varian yang terdiri dari mutasi ganda dan berasal dari India. Pemerintah India sendiri telah melaporkan lebih dari 2,7 juta kasus infeksi dimana 21 persen merupakan infeksi varian sub-garis keturunan B1617.1 dan 7 persen merupakan B1617.2. Varian B1617.1 dan B1617.2 ini juga terbukti resisten pada antibodi Bamlanivimab yang digunakan sebagai pengobatan COVID-19 dan varian B1617.1 berkurang kerentanan terhadap antibodi netralisasi.

Itulah berbagai varian Virus Corona yang telah bermutasi dari berbagai negara. Peneliti mengatakan bahwa munculnya banyak varian virus Corona ini juga bisa mengakibatkan perbedaan perawatan. Meski memang apabila dibaca secara seksama, tanda gejala covid varian delta dan beberapa varian lain tidak jauh berbeda. Semoga informasi ini bermanfaat.

Baca Juga:  Cara Cek Nomor Smartfren Lengkap Anti Ribet Terbaru 2021

Leave a Comment